halllooooooooooo ex-71 season 3!!! gue datang *rusuh*. kenapa judulnya 'New Mysteri in My Life II' ? Karena yang part 1 udah di post diblog gue sendiri dan itu cerpen buat 8-8. ada ide *tingtingting* buat bikin cerpen 71, tapi kayak kelanjutannya gitu. cuma gak ada sangkut paut tapi watak yang udah ada masih sama. oh iya siapakah saya??? jengjengjeng! lihat saja nanti. oke ini ya yang udah pada nunggu *plak!* hehheee this is it for you all readers :) ^^***
Hari ini, anak-anak 7-1 berkumpul dikantin. Semua anak mantan 7-1. Kini kami sudah berpisah kelas. Kali ini, kami udah kayak reunian *eaea. Semua berkumpul. Rasanya seneng banget. *andai aja ini terjadi*.
"Woy penonton!" celetuk Faris.
"Woy!!" sahut semuanya.
"Eh bentar lagi kan liburan nih. Mau pada ke villa gue nggak? Gue belum pernah kesana nih. Kata nyokap, baru satu keluarga pengunjung doang. Nah kata nyokap gue juga, gue disuruh cek kesana. Terus ngajak temen-temen gue. Pada mau nggak?" tawar Faris.
"Bayar gak Ris?" tanya Syihan.
"Wooo elo maunya yang gratisan!" toyor Amel.
"Gratis lah! Kan gue yang ngajak" jawab Faris.
"Yeaaaay!! Setuju!!" teriak anak-anak.
"Liburan berapa minggu lagi?" tanya Karina.
"Dua minggu lagi!" jawab Nadia dan Desy berbarengan.
"Yeaaaaaay gak sabar gue" kata anak-anak yang mulai ricuh soal liburan kali ini bersama anak-anak 7-1 season 3.
"Siplah gue tunggu yak! Lokasi gue smsin." kata Faris.
"Kita naik apaan?" tanya IrfanJ.
"Naik becak!" jawab IrfanR, asal.
"Ngocol lo!" toyor IrfanJ, tertawa.
"Hm... Gue ada mobil satu. Kali aja boleh sama orangtua" celetuk Adit.
"Elah pake bus aja kali" sahut Made.
"Eh aku kenal sama juragan bus loh! Bisa aja dikasih discount!" kata Hesti.
"Wah bagus tuh!" kata Herdina.
"Gini aja kita patungan. Kasian kali Faris semua yang nanggung" usul Desty.
"Sip!"
"Jadi tugas Hesti nyari bus ya secepatnya" kata Dhaifina.
"Oke..."
"Eh kita berapa hari?" tanya Petra.
"Tiga hari Pet" kata Faris.
"Asiiikk..."
"Ya udah balik kekelas masing-masing yok!"
"Yoook..!!"
***
Satu minggu berlalu. Holiday time!!!! Semua sudah berkumpul dirumah Faris. Bus udah ada, vila apalagi, anak-anaknya....hm belom lengkap!
"Eh ini si Dhanty, Mavira sama Petra kemana deh!" kata Nurul.
"Aduh lama banget sih" keluh Oji. Dari kejauhan.... Mobil dan motor turun bersamaan didepan rumah Faris.
"Maaaakk lama banget deh!" kata Karina menghampiri Mavira.
"Lah Petra bareng Mavira?" tanya Ijul.
"Iya hehe" cengir Petra.
"Lama amat lo Pet, dandan dulu? Hahaha canda Pet!" ejek Edo. *pis ya Pet! just in story* Petra pun main toyor-toyoran sama Edo.
"Dhanty!!!!! Lama ajaaa" teriak ku.
"Hehehe maaf yaa" kata Dhanty.
"Eh ayo masuk bus! Let's go!!!!" teriak Faris.
"Yeaaaay!" semua pun berebutan masuk bus. Diperjalanan ada yang nyanyi-nyanyi pake gitar, ada yang main kuartet, ada yang ngelawak, ada juga yang tidur. Zaki melirik Oji yang lagi tidur menyender dengan jendela. Tiba-tiba Zaki ada ide cemerlang.
"Heh sini deh lo pada!" panggil Zaki pada temen-temennya.
"Apaan?" tanya Kahfi. Zaki melirik Oji dan menunjuk Oji. Zaki n friends mengerti maksud Zaki apa. Semua tersenyum.
"Kar, pinjem bedak dong!" kata Adit.
"Mau buat apaan?" tanya Karina.
"Eksperimen!" sela Made. Karina memberi bedak kepada Adit. Zaki n friends (Zaki, Made, Edo, Adit, Eky) memulai aksinya. Setelah selesai, mereka bermain gitar kembali. Mereka menahan tawa. Desty melihat kebelakang tepat tempat Zaki n friends berkumpul.
"Ngek? Napa lo pada?" tanyanya ke Zaki. Sontak, anak-anak pun melihat kebelakang. Mereka semua kompak menunjuk Oji sambil nyengir.
1..
2..
3..
4..
5..
"HUAHAHAHHA" tawa satu bus pun meledak.
"Ngakak parah gue!" celetuk Sheila. Oji pun bangun dari tidurnya. Anak-anak masih tertawa terpingkal-pingkal. Malah ada yang sampe nangis saking ngakaknya*hiperbola*.
"Napa lo pada?" tanya Oji yang baru bangun tidur.
"Ji, mending lo liat nih" kata Fajar memberi sebuah cermin. Oji pun melihat wajahnya lewat cermin.
5..
4..
3..
2..
1..
"KAMBINGGG LO PADAAAAAA!!!!!" teriak Oji. Semua masih tertawa.
"Oji, lo beneran mirip kambing sumpah demi apapun!!" kata IrfanJ. Mau tau yang dilakukan Zaki n friends? Pasti udah tau! Yap! Melukis diatas muka Oji dengan bedak, spidol, krayon dan kawan-kawannya. Bener-bener ancur. Udah ancur tambah ancur *hahaha piss ji just in story!*.
"Eh udah udah rusuh lo pada" kata Dhaifina.
"Eh woy udah sampee!!" seru Faris.
"Yeaaaaaay!!" Merka pun turun membawa barang-barang mereka. Mereka berkumpul didepan villa.
"Eh kumpul bentar!" kata Faris. Faris menghela napas. "Disini ada 5 kamar. Dua kamar untuk cewek. Tiga kamar buat cowok. Jadi satu kamar delapan orang. Terserah mau sama siapa aja asalkan sejenis." lanjut Faris.
"Ya iyalah lo gimana sih" kata IrfanR.
"Nah kamar cewek diatas. Kamar cowok dibawah. Oke?" kata Faris.
"Okeeeeee.."
"Istirahat dulu yuuukk" kata Desy. Semua menuju kamar masing-masing. Desty terdiam. Dia masih melihat-lihat villa ini.
'Kok perasaan gue nggak enak ya?' batinnya.
"Des!" panggil Nadia.
"Eh ya?" tanya Desty.
"Kok diem aja? Yuk masuk! Kita sekamar sama Amel, Desy, Dhaifina, Karina, Mavira sama Dhanty aja ya!" ujar Nadia. Desty mengangguk dan masuk ke villa itu.
***
Malam harinya, mereka memutuskan untuk menyalakan api unggun. Semua berkumpul didekat kolam renang. Malam itu dingin banget. Anak - anak cowok lagi menyiapkan api unggun. Yang cewek lagi menyiapkan BBQ. *Oh iya FYI, Villa disana cuma ada penjaga, tukang kebun, dan ada pembantu nya loh! Jadi mereka ini tanpa orangtua*.
"Hm kayaknya ada yang kurang deh" kata Hesti.
"Kurang apaan Hes?" tanya Dina.
"Oh iya tadi gue naro sosis dikulkas deh. Gue ambil dulu ya!" kata Desty lalu ia berjalan masuk kedalam villa. Desty pun menuju kulkas.
'Aneh banget, daritadi kok gue nggak tenang!' batin Desty. Ia pun mempercepat langkahnya menuju kulkas. Ia mengambil sosis yang ada dikulkas. Dari arah belakang.....
***
"Eh ini si Desty kemana deh? Lama banget!" keluh Karina.
"Dia ke kulkas apa ke Eropa dulu sih?" kata Amel.
PRANG!!!!!
"Eh itu apaa??" tanya Nadia.
"AAAAAAAA GUE TAKUT!!!!!" teriak Oji. Semua menoleh kearah Oji.
"Napa lo, Ji?" tanya Wildan.
"Villa ini tuh berhantu! Ini lebih parah daripada yang disekolah!" kata Oji, histeris. *kenapa Oji histeris? Liat watak Oji di
New Mysteri in My Life yang pertama*
"Eh tadi suara apa?" tanya Adit dan Eky bersamaan.
"Kayak piring pecah gitu deh!" kata Rabbil.
"Lah didalem ada siapa? Perasaan penjaga Villa kan dipos satpam. Jaraknya lumayan jauh dari Villa ini. Lo taukan halaman luas banget. Pembantu sama tukang kebun udah balik" kata Faris.
"Ada Desty didalem!!" kata Amel.
"Ayo kita musti kesanaa!!" seru Made. Semua pun berlari ke villa. Mereka membuka pintu Villa. Berkali-kali Edo membuka tapi nggak bisa.
"Sial! Kekunci!!" kata Edo.
"APAAAA?!" semua shock.
"Please jangan ganggu gue!! Gue mohon!!!" kata Oji melangkahkan kakinya mundur. Tangannya sudah gemetar.
"Gue rasa Oji liat hantu deh!" kata Ijul.
"Sinetron abis!" kata Syihan.
"Bisa jadi. Terus gimana dong?" semua panik.
"Ris, ini villa berhantu?" tanya IrfanR dan Nadia bersamaan. Faris mengangkat bahu.
"Gue......nggak tau!" kata Faris, menunduk.
'Maafin gue temen-temen. Gue belum bisa cerita ke kalian' batinnya.
***
Desty semakin takut dengan pecahan piring yang jatuh sendiri. Ia memundurkan langkahnya. Tapi gagal. Kakinya seperti ada yang mencengkram.
"Agrrggh!!! Please biarin gue temuin temen-temen gue!" kata Desty berusaha melangkahkan kakinya. Ia pun melihat kearah jendela. Seperti ada sosok sekilas. Ia semakin takut.
"Gue harus berani!" katanya. Sekali lagi ia berusaha melepas cengkraman dikakinya. BRUK!! Punggungnya pun seperti dipukul. Ia pun terjatuh lemas.
***
Semua masih mencari cara bagaimana caranya biar mereka bisa masuk kedalam Villa itu.
"Astaga Ris, diatas ada pintu!" kata IrfanJ yang baru inget disamping Villa ada tangga menuju pintu atas.
"Oh iya! Lebih baik kita lewat sana!" kata Faris.
"Eh sebagian ada yang lewat jendela!" kata Dhaifina.
"Oke!!" semua pun berpencar. Ada yang masih gedor-gedor pintu, ada yang membuka jendela. Semua gagal! Jendela dan pintu pun terkunci.
"Argrgghh!! Ini kekunci, Def!" kata Amel berusaha membuka jendela.
"Ya Allah, Desty gimana??" tanya Mavira yang udah panik. BRAK!! Mereka mendengar suara dobrakan dari lantai atas.
"Kayaknya anak-anak cowok berhasil buka pintu atas" kata Karina.
"Ayo kita kesanaaa!" seru Nadia dan Desy. Mereka pun berlari keatas. Benar saja, pintu atas telah terbuka. Mereka lansgung saja kearah dapur, dimana Desty sedang mengambil sosis dari kulkas.
"Ya Tuhan!!" teriak mereka, histeris.
"Eh mending lo pada angkat Desty deh! Kit istirahat aja baru pecahin masalah ini" kata Dhaifina. Semua mengantar Desty kekamar dan beristirahat dikamar masing-masing.
Tepat pukul 12.00! Nadia terbangun dari tidurnya. Seperti ada yang nuntun dia untuk pergi keluar. Desy yang juga terbangun melihat Nadia kaget. Nadia sudah berjalan kearah pintu..
"Nad! Nad! Lo mau ngapain?" tanya Desy. Nadia tak menghiraukannya. Nadia berjalan keluar kamar. Desy membangunkan teman-teman sekamarnya dan menceritakan yang terjadi pada Nadia.
"Si Nadia mau ngambil minum kali!" kata Amel.
"Ya masa gue panggil nggak nyaut?" tanya Desy.
"Nggak denger kali, Des" kata Karina.
"Eh mending kita ikutin aja deh gue takut ada apa-apa" kata Dhaifina.
"Gue ikut!" kata Desty.
"Jangan Des, ntar lo tambah sakit" kata Dhanty.
"Tapi....."
"Udah gak usah ngeyel. Mavira jagain Desty ya!" kata Dhaifina. Dhaifina, Karina, Desy dan Dhanty pun keluar kamar mengikuti Nadia. Ternyata diluar juga ada Faris, Fajar, IrfanJ, IrfanR yang asik bercanda. Katanya mereka nggak bisa tidur. Dhaifina cs pun menceritakan tentang Nadia.
"Lah dikira gue si Nadia nggak bisa tidur. Emang aneh sih tadi dipanggil nggak nyaut" kata Faris.
"Terus gimana dong?" tanya Fajar.
"Kayaknya ikutin tu anak aja deh" kata Desy.
"Ayo deh!' Semua masih mengikuti Nadia. Mereka melihat kearah Nadia yang mau masuk kedalam kolam renang yang paling dalam. Dikolam renang itu ada yang satu meter, dua meter dan tiga meter. Nadia mau masuk kedalam kolam renang yang tiga meter.
"NADIAAAAA!!!" teriak mereka.
***
Kembali dengan Oji cs. Mereka juga nggak bisa tidur. Mereka lagi asik main kartu. Ada juga main gitar. Yang kalah dicoret pake bedak. Tiba-tiba......
"Eh lo pada denger suara piano nggak?" tanya Made.
"Hah?" Hening sejenak. Suara piano itu semakin keras.
"Emang ada piano disini?" tanya Edo.
"Lah lo kagak liat apa grand piano segede gaban dibawah? Deket ruang TV itu!" kata Eky.
"Suaranya kok sampe sini?" tanya Petra. Tiba-tiba ada suara ketukan dari arah jendela. Semua bergidik ngeri. Kembali Oji histeris.
"AAAAAAAA JANGAN GANGGU GUEE!!!" teriaknya.
"Ji! Oji!" emuapun panik dengan teriakan Oji. Tiba-tiba suara piano itu berhenti. Dan! KLEK! Gelap.
"AAA!"
"Eh lo pada kan cowok masa mati lampu aja pada teriak" kata Adit.
"Sorry reflek bro!" kata Zaki.
"Eh Oji lo jangan begini terus dong!!" kata Kahfi.
"Emang si Oji ngapain lo, Kah? Gelap nih" kata Edo.
"Masa meluk-meluk gue gini" kata Kahfi.
"Hahhaa" semua tertawa.
"Gue mohon please jangan gue yang lo kejar!!" kata Oji. Ia masih ketakutan.
"Lo kenapa sih Ji?" tanya Petra.
"Gue tuh bisa liat hantu !!!" kata Oji.
"HAH?!" KREK! Nyala.. Tapi.........
"MADE!!" Eky spontan menarik Made yang hampir kena pukulan dari sosok......perempuan. Semua melihat hantu ity. Mereka saling berpandangan.
"KABUUUUUUUURRRRR!"
***
Nanto cs mendengar teriakan teman-temannya. Ada Hesti cs juga nih yang keluar kamar gara-gara dengar teriakan teman-temannya.
"Ini ada apaan sih?" tanya Nanto.
"Gak tau!" jawab Herdina. Tiba-tiba Adit cs udah lari-larian. Mereka ngos-ngoan.
"Hosh.. Hosh.."
"Napa lo pada?" tanya Wiwid.
"Gue liat setan! Anjir hampir mukul gue!" kata Made.
"Hah? Kok bisa" tanya Sherly.
"Gue juga gak tau! Ah gila nih gue lama-lama. Villa ini angker" kata Kahfi.
"Tenang dulu sebaiknya kita berdoa" kata Rifqi. *eaea Pakde haha* Hening sejenak. Tiba-tiba ada yang memecahkan keheningan.
"NADIAAAAAAA!!!"
"Nahlo apaan tuh?!" tanya Wildan dan Syihan. Desty dan Mavira pun keluar kamar dengan tergesa-gesa.
"Nadia kenapa? Kok pada terak Nadia?" tanya Mavira. Tiba-tiba, visualisasi itu datang lagi. Desty terdiam sejenak. Ia menggelegkan kepala.
"Gue harus tolong Nadia!" serunya. Ia pun berlari kearah kolam renang.
"Des! Lo belom pulih!" kata anak-anak yang mengejar Desty. Mereka melihat Dhaifina cs dan IrfanJ cs yang berusaha menolong Nadia. Selangkah lagi Nadia akan nyebur kekolam renang. Desty datang waktu yang tepat! Faris, Fajar, IrfanJ, IrfanR membantu Desty menarik Nadia. Bruk! Nadia ambruk lemas.
***
Pagi ini, mereka berkumpul diruang TV dekat piano itu. Dari tadi malam sampai pagi ini mereka nggak bisa tidur gara-gara kejadian aneh malam ini.
"Eh Ris villa ini angker?" tanya Dhanny.
"Gue juga gatau" kata Faris.
"Tadi malem gue denger dentingan piano" kata Nurul.
"Lah kok sama?" tanya Made, Edo, Adit, Eky, Petra, Zaki dan Kahfi berbarengan.
"Nahlo! Terus gimana?" tanya Herdina.
"Ini tuh aneh banget!" kata Nadia yang sudah pulih.
"Ya udah lebih baik kita bersih-bersih. Terus have fun bareng, setuju?" usul Rabbil.
"Setujuuuuu.." Semua pun bersih-bersih villa. Ada yang mengelap jendela, menyapu, mengepel, nyabutin rumput, ada yang membuat makanan. Desty yang lagi mengelap piano melihat bercak darah disekitar tuts piano.
"Def! Def!" panggilnya. Dhaifina pun menghampirinya.
"What?" tanya Dhaifina. Desty menunjuk kearah tuts piano.
"Darah?" Dhaifina pun berusaha menghilangkan bercak darah itu. Nggak hilang.
"Aduh ini bau amis banget sih!" keluh Made.
"De, ada darah!!" seru Desty.
"Mana?" Made melihat tuts piano itu benar-benar ada bercak darah. Lama-lama menghilang.
"Aneh banget!" kata nya. Mereka pun kembali bersih-bersih. Setelah itu mereka bercanda dan bermain games.
***
Malam harinya...
Mereka sedang asik nonton film bersama. Sambil ngemil-ngemil. Tiba-tiba JEDARRRR! Oji kembali histeris.
"AAAAAA SETAN LO KENAPA GANGGU IDUP GUE?!" kata Oji.
"Ji, please lo beraniin diri!" kata Dhaifina.
"Setan itu nggak hanya satu! Melainkan banyak!" kata Oji.
"APA?!" Oji menghela napas.
"Des, visualisasi lo masih ada?" tanya Nadia mengingat dulu Desty pernah punya visualisasi masa lalu dan masa depan. Ia terdiam.
"Desty harus ada konsentrasi" kata Amel. Semua diam. Visualisasi itu datang...
Malam itu..... "Apa yang harus saya beri pada kamu?! Saya ini bukan orangtua Faris!!!" kata sosok ibu yang melindungi anak-anaknya. "Aku nggak akan percaya! Karena Faris lah yang sudah menghancurkan cita-cita anakku!" kata sosok laki-laki bertubuh besar. Ia membawa lima bodyguardnya. *eaeaea. "Kami ini bukan orangtua Faris! Kami bukan keluarga Faris! Kami pengunjung yang menginap disini!" tegas seorang bapak yang sepertinya istri dari ibu tersebut. DUAR! Sebuah tembakan melesat pada tubuh sang bapak. "BAPAAAAAK!!" teriak istri dan anak-anaknya itu. Bapak itu meninggal ditempat. "Bos, ini mau diapain?" tanya bodyguard. "Terserah kalian!" Sang Bos itu pergi keluar Villa. Sang bodyguard menggengam tangan anaknya sangat kencang. "Aduh sakit gembel!" kata anak pertama. "Kakaaaaaak!!" teriak adiknya yang sudah diseret sang bodyguard lain. "Adek-adek gue?! Heh mau lo bawa kemana adek-adek gue?!" tanya sang kakak. "Hah! Itu urusan adek anda. Sekarang nyawa anda ditangan saya!" digendongnya sang kakak itu. "Nggak sudi gue digendong lo dasar biadab!! Gue bukan keluarga Faris!! Paham?!" kata sang kakak. Tapi terlambat. Bodyguard itu melempar sang kakak keatas genteng berkali-kali. Sampai akhirnya...Mati. Belum selesai pembunuhan ini, adiknya yang pertama yang dibawa bodyguard lain pun diceburkan kedalam kolam renang yang dalamnya tiga meter. Adiknya yang kedua dijedotkan ke piano putih itu. Darahnya segar mengalir didahinya. Adiknya yang kedua ini mempunyai penyakit talasemia. Sampai akhirnya ia seperti kehabisan darah. Ia pun meninggal. Kepalanya bersandar di tuts piano itu. Sang ibu dibunuh dengan cara ditancapnya pisau ditubuhnya. Sampai akhirnya ia ambruk lemas dan....meninggal pula. Keluarga ini dibunuh secara sadis oleh seorang bapak yang nggak terima kalau cita-cita anaknya direbut Faris. Mayat nya pun disimpan disuatu tempat."SIAL! Ini pembunuhan secaera sadis!" seru Desty.
"Hah? Maksudnya?" kata anak-anak mengangkat alis tanda tak mengerti. Desty menceritakan kepada teman-temannya.
"Anjrit! Gila ngeri gue!" kata IrfanR. Faris menunduk.
"Ris, please lo cerita ada masalah apa?" tanya Nadia dan Amel berbarengan.
FLASHBACK >>>
Faris mengikuti seleksi futsal remaja. Seleksi ini menentukan siapa yang akan mewakili Indonesia untuk tanding di Singapura. Faris ini bersaing ketat dengan anaknya sang pembunuh tadi. Faris lolos dalam seleksi itu. Dan anak itu pun tidak. Ayahnya ada dendam pada Faris, karena cita-cita anaknya gak akan tercapai karena Faris peserta terakhir yang lolos. Setelah pembunuhan itu sang anak bilang.
"Yah, aku cuma mau cita-citaku tercapai dengan hasilku sendiri! Bukan karena pembunuhan begini! Lebih baik aku panggil polisi, Yah!" kata sang anak dan menelfon polisi. Disitu juga ada Faris yang merasa bersalah. Polisi datang dan memenjarakan ayah anak tersebut.
"Maafkan aku ya, Ris. Sudah menyusahkan keluargamu" katanya.
"Maafkan aku udah bikin kamu gak lolos seleksi ini" kata Faris.
"Nggak papa! Kalo emang rejeki, masih ada lagi, yagak? Semangat ya! Aku terus jadi teman kamu!! Harumkan nama Indonesia!" kata sang lelaki itu, semangat.
"Makasih ya!" kata Faris. 'Gue janji wujudin cita-citanya dia' batinnya.
FLASHBACK END >>>
"Jadi lo udah tau pembunuhan itu?" tanya Karina.
"Ya gue tau. Tapi gue takut kalo cerita kekalian. Nyokap gue sebenernya nyuruh gue buat ngecek masih ada mayat nya gak disini. Dan gue yakin, kalian bisa pecahin masalah ini" kata Faris menunduk.
"No problem Ris! Masalah udah clear. Kita cari mayatnya sekarang. Sekarang udah jelaskan?" kata Syihan.
"EH GUE LIAT ADA PINTU DISINI!!!" teriak Edo dari kamarnya. Semua berpandangan dan berlari kekamar Edo.
"Ada apaan?" tanya Adit. Edo menunjuk sebuah pintu dikamarnya.
"Gue sama Edo tadi geser lemari abis gak pas gitu, terus gue nemu pintu ini" kata Made.
"Dobrak!!!" seru IrfanJ. Semua anak cowok berusaha mendobrak. Satu.. dua.. tiga..
BRAK!! Pintu itu rusak.
"Buset semangat amat lo pada sampe rusak" kata Dhanty.
"Hehehe"
"Anjir busuk banget baunya!" kata Wildan.
"Arggh gue ngalamin ini kedua kalinya!" kata Ijul. Mau tau? Didalam ruangan itu terdapan mayat-mayat korban pembunuhan tadi. Tiba-tiba ada sosok. Lima orang.
"Kalian....keluarga itu?!" kata Desty, hati-hati.
"AAAAAA!!" semua berteriak.
"Sssttt!!"
"Maafkan kami. Tadinya kami hanya ingin balas dendam. Ternyata kami salah..." kata sang bapak.
"Kalian sudah tau pasti masalah kami... Kalian terlalu baik..." kata sang ibu.
"Maafkan kami... Tolong bantu kami.." kata sang kakak.
"Bantu apa?" tanya anak-anak, kompak.
"Kubur kami" katanya. Sosok itu menghilang.
"What? Ngubur?! Udah malem gila lo!" kata Nurul.
"Ya doa lah! Sok atuh kita kubur" kata Rifqi. *eaea mulai religinya*. Mereka semua saling membantu untuk mengubur kelima mayat itu. Kemudian berdoa sejenak.
"Trima kasih ya!" kata hantu itu yang kembali muncul beberapa saat. Dan menghilang. Mereka tersenyum.
"Nah, besok kan back to Jakarta! Saatnya istirahat!" kata Herdina dan Hesti.
"Yeaaaaaay!" Semua kembali kekamar masing-masing. Belum sampai kamar, tiba-tiba PRANGG!!! Apalagi tuh? Semua menoleh.
"Sorry panci jatoh!" kata Rabbil, nyengir.
"WOOOO!!" semua pun tertawa.
***
Pagi harinya, mereka kembali ke Jakarta. Bagi mereka, liburan kali ini benar-benar fantasis *ea lebay. Benar-benar menakutkan. Pembunuhan, persahabatan, semua jadi satu disini. Udah kayak detektif.
'Mysteri is Never End.'
_the end_
BY : Desty Wulandari 8-8
***
yeaaaaaay jadiii!!! setelah 4 jam gue didepan komputer buat nulis ginian doang hahaha gimna-gimana? keren nggak ? oh iya yang mau liat New Mysteri in My Life punya 8-8 ada disini : http://destywulandari.blogspot.com/2010/08/new-mysteri-in-my-life.html ini sebagian besar tokohnya ex71. oke? nah comment please rela2in nih gue ngorbanin waktu buat bikin cerpen ini eaeaea. oh iya cerita ini hanya fiktif belaka. Sorry kalo menyinggung cuma ingin kalian terhubiur *eaea. sorry kurang memuaskan tapi jangan ada yang marah ya hahaha. peace, love, and respect :D